Jumat, 6 November 2026

Dari Tari hingga Wayang, Ini 3 Warisan Seni Jogja yang Masih Bertahan Sejak Zaman Keraton

Photo Author
- Jumat, 6 November 2026 | 14:03 WIB
Ilustrasi tari klasik gaya Yogyakarta yang berkembang di lingkungan Keraton dan menjadi bagian dari warisan kesenian tradisional Jogja. (Sumber: Amber Theme)
Ilustrasi tari klasik gaya Yogyakarta yang berkembang di lingkungan Keraton dan menjadi bagian dari warisan kesenian tradisional Jogja. (Sumber: Amber Theme)

Yogyakartatourism.com — Yogyakarta tidak hanya dikenal lewat gudeg dan Malioboro, tetapi juga memiliki 3 kesenian tradisional khas Yogyakarta yang menyimpan sejarah serta filosofi mendalam.

Ketiga kesenian tersebut meliputi tari klasik gaya Yogyakarta, wayang kulit gagrag Ngayogyakarta, dan karawitan yang berkembang di lingkungan Keraton maupun masyarakat.

Warisan budaya ini terus dilestarikan melalui pertunjukan, pendidikan seni, serta berbagai kegiatan kebudayaan yang memperkenalkannya kepada generasi muda.

1. Tari Klasik Gaya Yogyakarta atau Joged Mataram

Tari klasik gaya Yogyakarta telah berkembang sejak berdirinya Kesultanan Yogyakarta dan dikenal pula dengan sebutan Joged Mataram.

Salah satu tokoh penting dalam perkembangannya adalah Sri Sultan Hamengku Buwono I yang menciptakan sejumlah tarian, seperti Beksan Lawung, Beksan Etheng, dan dramatari Wayang Wong.

Pada awalnya, tarian tersebut tumbuh dan diajarkan di lingkungan Keraton sebelum mulai diperkenalkan ke masyarakat luas.

Filosofi tari klasik ini berlandaskan empat prinsip, yakni sawiji, greged, sengguh, dan ora mingkuh.

Keraton Yogyakarta menjelaskan, "Sawiji berarti fokus, konsentrasi penuh namun tanpa ketegangan." Prinsip lainnya mengajarkan semangat terkendali, percaya diri, dan ketangguhan menghadapi kesulitan.

Baca Juga: Bingung Mau ke Mana Akhir Pekan Ini? 4 Event Jogja yang Bisa Masuk Agenda 6–8 November!

2. Wayang Kulit Gagrag Ngayogyakarta

Kesenian berikutnya adalah wayang kulit gaya Yogyakarta atau gagrag Ngayogyakarta yang memiliki karakter visual berbeda dari gaya daerah lain.

Ciri khasnya terlihat pada bentuk tubuh tokoh yang cenderung pendek dan kekar, posisi kaki yang lebar, serta ukuran tangan yang panjang hingga mendekati kaki.

Keunikan lainnya terdapat pada tatahan atau ukiran kulit dan sunggingan, yaitu teknik pewarnaan yang membentuk karakter visual setiap tokoh.

Wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menyampaikan cerita, nilai moral, dan filosofi kehidupan melalui pertunjukan dalang.

3. Karawitan dan Gamelan Yogyakarta

Karawitan merupakan kesenian musik tradisional Jawa yang menggunakan gamelan sebagai salah satu perangkat utamanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Alfiansyah Salim

Tags

X